Harap Tunggu

Melalui Musdes Sepakati Daftar Pengguna LPG Bersubsidi
Oleh Prokopim Tala 07 Mei 2021, 11:10:50 | dibaca 166 x | Kategori Berita Umum
Melalui Musdes Sepakati Daftar Pengguna LPG Bersubsidi

Melalui musyarawah desa (musdes) diharapkan masyarakat hingga aparatur desa dan kecamatan mampu menghasilkan kata sepakat untuk daftar sementara pengguna Liquid Petroleum Gas (LPG) tiga kilogram bersubsidi. Bahkan diharapkan masyarakat terbuka dalam menyampaikan pendapat, untuk menentukan siapa saja warga yang benar-benar masuk dalam kategori berhak sebagai penerima LPG bersubsidi. Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Tanah laut (Tala), Abdi Rahman saat memantau langsung Musyawarah Desa Diperluas untuk Penetapan Daftar Sementara Pengguna LPG Tiga Kilogram Bersubsidi, di Desa Asam-Asam, Kecamatan Jorong, Kamis (6/5/2021).

"Camat, kepala desa beserta jajarannya harus mengerti dan mengakomodir pendapat warga dalam musdes, penyampaiannya pun harus dua arah, saling merespon pendapat hingga dicapai kesepakatan bersama,” jelasnya.

Menurutnya, penyampaian data warga pengguna LPG tiga kilogram bersubsidi oleh ketua RT harus ditanggapi oleh seluruh peserta musdes, agar kedepan hasil musdes bisa dipertanggungjawabkan dengan kesepakatan bersama. Hal ini tidak lepas dari niat pemerintah daerah yang sedari awal ingin agar LPG tiga kilogram bersubsidi benar-benar bisa dinikmati oleh warga ekonomi lemah, pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), para petani dan nelayan yang memang membutuhkan gas bersubsidi.

"Kita tidak ingin ada kezaliman dan pembiaran, gas bersubsidi sebagai bahan pokok ini dinikmati oleh oknum tertentu yang ternyata ekonominya lebih mampu dari warga yang benar-benar membutuhkan. Melalui musdes kita akan perjelas daftar penggunanya, sehingga pendistribusian tepat sasaran,” tegasnya.

Lebih lanjut Abdi pun kembali meminta pengertian masyarakat agar tidak memperjualbelikan gas bersubsidi secara eceran. Fakta di lapangan beberapa bulan terakhir telah menunjukkan kestabilan stok gas bersubsidi, masyarakat pun telah merasakan penurunan harga gas bersubsidi yang sebelumnya jauh diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Dengan hormat ulun sampaikan, kami tidak mengijinkan warung menjual gas bersubsidi. Silakan jual gas yang non subsidi, karena pengecer di warung rentan sekali dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengais keuntungan pribadi dan merugikan masyarakat yang membutuhkan gas bersubsidi dengan harga normal sesuai HET,” tutupnya.




Posting Terkait :
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Web Links

  • Pemkab Tanah Laut
  • BKPSDM
  • WBS
  • Lapor !